Minggu, 20 November 2011

Story of Warcraft III The Frozen Throne (GAME)

Temen temen yang tercinta, nih ane share cerita tentang Game bertitle Warcraft III The Frozen Thron, langsung aja yah, 

BAB I

Kutukan Ner'zhul

Ner'zhul sang Ketua Shaman dulunya adalah pemimpin spiritual terhebat para Orc. Ditipu oleh sang Iblis Kil'jaedein, dia bertanggung jawab atas perubahan bangsa Orc dan terciptanya pasukan haus darah Horde. Meskipun akhirnya Ner'zhul menolak untuk memberikan rakyatnya kepada pasukan Iblis Burning Legion.

Rabu, 16 November 2011

MOLARITAS

Pengertian Molaritas
Molaritas merupakan salah satu cara untuk menyatakan kosentrasi larutan, selain molalitas, normalitas maupun fraksi mol. Molaritas menyatakan jumlah mol zat yang terlarut dalam satu liter larutan. Molaritas dilambangkan dengan notasi M dan satuannya adalah mol/liter (James E. Brady, 2000). Rumus yang
digunakan untuk mencari molaritas larutan adalah:
M = n
       V
Jika zat yang akan dicari molaritasnya ada dalam satuan gram dan volumenya dalam mililiter, maka molaritasnya dapat dihitung dengan rumus:
M = n × 1.000
               mL
atau M =   g      x  1.000
                Mr             mL

dengan:
M = molaritas (mol/liter)
n = mol zat terlarut (mol)
V = volume larutan (liter)
g = massa zat terlarut (gram)
Mr = massa molekul relatif zat terlarut

Senin, 14 November 2011

OTOT

Otot merupakan alat gerak aktif. Otot dapat bergerak karena adanya sel otot. Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi.
1. Macam-macam Otot
     a. Otot polos, bentuk seperti perahu, terletak pada organ dalam, nukleus satu di tengah,
         gerakannya lambat, tidak cepat, mudah lelah, tidak sadar tanpa perintah otak.
     b. Otot lurik, bentuk silindris dengan garis gelap terang, melekat pada rangka, nukleus banyak
         di tepi,
         bekerja secara sadar atas perintah otak, cepat mudah lelah.
     c. Otot jantung, bentuk silindris, mempunyai percabangan yang disebut sinsitium, terletak pada

         jantung,
         nukleus satu di tengah, bekerja tidak sadar tanpa perintah otak, tidak cepat mudah lelah.
2. Fungsi Otot
     a. Melaksanakan kerja, misalnya:
         berjalan, memegang, mengangkat (otot lurik).
     b. Mengalirkan darah, mengedarkan sari makanan dan oksigen (otot polos).
     c. Menggerakkan jantung (otot jantung).
3. Karakteristik Otot
     a. Kontraksibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek (berkontraksi).
     b. Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang (berelaksasi).
     c. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk dapat kembali pada ukuran semula setelah

         memendek atau
         memanjang.
4. Jenis Gerak Otot
     a. Antagonis (berlawanan)
        Contoh: biseps dan triseps pada otot lengan atas.
        Arah gerak otot antagonis
         1) Ekstensor - fleksor : meluruskan - membengkokkan
         2) Abduktor - adduktor : menjauhkan - mendekatkan
         3) Depressor - elevator : ke bawah - ke atas
         4) Supinator - pronator : menengadah - menelungkup
     b. Sinergis (bersamaan)
         Contoh: otot pronator teres dan pronator kuadratus pada lengan bawah.

Hukum Newton tentang Gravitasi

Pernahkah kalian berfikir, mengapa mangga
bisa jatuh dari pohonnya dan orang yang ada di atas
bangunan bisa jatuh ke bawah? Ternyata fenomena ini
sudah dijelaskan oleh Newton dalam hukumnya tentang
gravitasi. Menurut Newton jika ada dua benda bermassa
didekatkan maka antara kedunya itu akan timbul gaya
gravitasi atau gaya tarik menarik antar massa. Besar gaya
gravitasi ini sesuai dengan hukum Newton yang bunyinya
sebagai berikut.
Semua benda di alam akan menarik benda lain
dengan gaya yang besarnya sebanding dengan hasil kali
massa partikel tersebut dan sebanding terbalik dengan
kuadrat jaraknya."

Secara matematis hukum Newton tentang gravitasi
tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.
F ~ Mm
        R
atau F = G Mm
                 R2
 
dengan : F = gaya gravitasi (W)
M,m = massa kedua benda (kg)
R = jarak antara benda
G = konstanta gravitasi.(6,67.10-4 Nm2kg)

Minggu, 13 November 2011

HIV atau AIDS

HIV atau AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV;[1] atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). 
Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina.
Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.Pencegahan dapat dilakukan dengan memahami HIV AIDS dan ajarkan pada orang lain. Memahami HIV AIDS dan bagaimana virus ini ditularkan merupakan dasar untuk melakukan tindakan pencegahan (insyaallah di posting selanjutnya saya bahas masalah penularan HIV AIDS), sebarkan pengetahuan in ke orang lain seperti keluarga, sahabat dan kerabat.
Ketahui status HIV AIDS patner seks anda. Berhubungan seks dengan sembarang orang menjadikan pelaku seks bebas ini sangat riskan terinfeksi HIV, oleh karena itu mengetahui status HIV AIDS patner seks sangatlah penting.
Gunakan jarum suntik yang baru dan steril. Penyebaran paling cepat HIV AIDS adalah melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan orang yang memiliki status HIV positif, penularan melalui jarum suntik sering terjadi pada IDU ( injection drug user).
Gunakan Kondom Berkualitas. Selain membuat ejakulasi lebih lambat, penggunaan kondom saat berhubungan seks *ya iyalah, masak pas makan pake kondom?* cukup efektif mencegah penularan HIV AIDS melalui seks.
Lakukan sirkumsisi / khitan. Banyak penelitian pada tahun 2006 oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa pria yang melakukan khitan memiliki resiko 53 % lebih kecil daripada mereka yang tidak melakukan sirkumsisi. (insyaallah dibahas pada posting selanjutnya).
Lakukan tes HIV secara berkala. Jika anda tergolong orang dengan resiko tinggi, sebaiknya melakukan tes HIV secara teratur, minimal 1 tahun sekali.