Senin, 14 November 2011

OTOT

Otot merupakan alat gerak aktif. Otot dapat bergerak karena adanya sel otot. Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi.
1. Macam-macam Otot
     a. Otot polos, bentuk seperti perahu, terletak pada organ dalam, nukleus satu di tengah,
         gerakannya lambat, tidak cepat, mudah lelah, tidak sadar tanpa perintah otak.
     b. Otot lurik, bentuk silindris dengan garis gelap terang, melekat pada rangka, nukleus banyak
         di tepi,
         bekerja secara sadar atas perintah otak, cepat mudah lelah.
     c. Otot jantung, bentuk silindris, mempunyai percabangan yang disebut sinsitium, terletak pada

         jantung,
         nukleus satu di tengah, bekerja tidak sadar tanpa perintah otak, tidak cepat mudah lelah.
2. Fungsi Otot
     a. Melaksanakan kerja, misalnya:
         berjalan, memegang, mengangkat (otot lurik).
     b. Mengalirkan darah, mengedarkan sari makanan dan oksigen (otot polos).
     c. Menggerakkan jantung (otot jantung).
3. Karakteristik Otot
     a. Kontraksibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek (berkontraksi).
     b. Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang (berelaksasi).
     c. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk dapat kembali pada ukuran semula setelah

         memendek atau
         memanjang.
4. Jenis Gerak Otot
     a. Antagonis (berlawanan)
        Contoh: biseps dan triseps pada otot lengan atas.
        Arah gerak otot antagonis
         1) Ekstensor - fleksor : meluruskan - membengkokkan
         2) Abduktor - adduktor : menjauhkan - mendekatkan
         3) Depressor - elevator : ke bawah - ke atas
         4) Supinator - pronator : menengadah - menelungkup
     b. Sinergis (bersamaan)
         Contoh: otot pronator teres dan pronator kuadratus pada lengan bawah.


5. Macam-Macam Gerakan Otot
     a. Fleksi: gerakan membengkokkan, misalnya membengkokkan pada siku, lutut, jari.
     b. Ekstensi: gerak meluruskan, misalnya meluruskan siku, lutut, dan ruas jari.
     c. Abduksi: gerak menjauhkan misalnya gerak tungkai menjauhkan dari sumbu tubuh.
     d. Adduksi: gerak mendekatkan dengan sumbu tubuh, misalnya gerak mendekatkan tungkai

         dengan sumbu tubuh.
     e. Pronasi: gerak memutar lengan sehingga telapak tangan menelungkup.
     f. Supinasi: gerak memutar lengan sehingga tangan menengadah.
     g. Depresi: gerak menekan ke bawah atau menurunkan.
     h. Elevasi: gerak mengangkat ke atas.
6. Kelelahan Otot
    Kelelahan otot dapat diakibatkan karena:
    a. Habisnya bahan atau zat sebagai sumber energi untuk kontraksi otot seperti glikogen dan

        sejenisnya.
    b. Akumulasi hasil metabolisme karena kontraksi otot, seperti asam laktat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar